Rabu, 08 Mei 2013

Hello My Blog

Diposting oleh Unknown di 18.45 0 komentar
Hello
Lama rasanya tidak posting di blog, sampai tahu-tahu sudah berganti tahun. Terlalu banyaknya kegiatan, sampai mengubah aku yang aktifis online menjadi pasifis online..heheh Tapi hal ini untuk pelajaran buwat aku, diperiode berikutnya, dimana waktu istirahat, belajar, kegiatan, main. Semester 3 yang lalu, sudah buat ortu kecewa IP turun, :( .. Saking banyakanya proker-proker di Himpunan Jurusan, sampai jarang ikut kiblat, jarang ikut syuro. :( Maaf Ya Allah.. Tapi periode depan lebih fokus Al-Fath. Semoga di Ridhoi Allah SWA.
Waktu ga bisa di ulang, manfaatin waktu mu..
Fokus Kuliah
Fokus Ngaji
Fokus Al-Fath
Fokus Cita-cita mu..

Jumat, 19 Oktober 2012

Follow Your Dreams

Diposting oleh Unknown di 09.08 1 komentar
Setiap hal yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia.Meskipun yang kita lakukan tidak sesuai keinginan kita diwaktu ini, tapi suatu saat hal yang tidak kita inginkan akan bermanfaat.
Tidak ada kata sia-sia dan Tidak ada kata buang-buang waktu
Semua hal yang kita lakukan di dunia akan bermanfaat dan akan menjadi pembelajaran kita.Mungkin sekarang sangat lelah dengan semua aktifitas-aktifitas yang ada, tapi semua itu ada manfaatnya.Mungkin saat ini kita tak menyadarinya, tapi bila waktu itu tiba kita akan berkata
Alhamdulillah hirrobila'lamin
Karena begitu bermanfaatnya setiap apa yang kita lakukan.
Jangan mengeluh bila mulai merasa lelah dengan aktivitas-aktivitas mu, kejar semua cita-cita mu, jangan mau menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja,jadi yang luar biasa, banggakan orang tua mu.Terus berjuang sampai dibatas waktu Nya. Fighting..Fighting.. Follow your dreams.. :)

Selasa, 03 Juli 2012

Berlomba-lomba dalam kebaikan

Diposting oleh Unknown di 17.44 2 komentar

Di dalam Al-Qur’an, baik atau kebaikan menggunakan kata ihsan, birr, dan ishlah. Kata ihsan (ahsan dan muhsin) bisa dilihat pada firman Allah:

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya." (QS 4: 125)

Bila dikaitkan dengan definisi ihsan dalam hadits kedatangan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, maka ihsan adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang karena merasakan kehadiran Allah dalam dirinya atau dia merasa diawasi oleh Allah SWT yang membuatnya tidak berani menyimpang dari segala ketentuan-Nya.

Sedangkan kata baik dalam arti birr bisa dilihat pada firman Allah:

"Bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu ke timur maupun ke barat yang disebut suatu kebaikan, tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab dan nabi-nabi serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS 2: 177).

Bila kita kaji ayat-ayat tentang kata al birr, termasuk ayat di atas, maka akan didapat kesimpulan bahwa kebaikan itu - menurut Mahmud Syaltut dalam tafsirnya - dibagi menjadi tiga, yakni birr dalam aqidah, birr dalam amal dan birr dalam akhlak.

Adapun kata baik dengan menggunakan kata ishlah terdapat dalam banyak ayat, misalnya pada firman Allah:

"Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: mengurus urusan mereka secara patut adalah baik." (QS 2: 220)

Istilah ishlah (berlaku baik) digunakan dalam kaitan hubungan antara sesama manusia. Dalam Ensiklopedia Hukum Islam, jilid 3 hal 740 dinyatakan, "Ishlah merupakan kewajiban umat Islam, baik secara personal maupun sosial. Penekanan ishlah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah SWT."

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Namun, kemuliaan manusia ternyata tidak terletak pada keindahan fisiknya. Kalau manusia dianggap mulia dengan sebab badannya yang besar, tentu akan lebih mulia binatang ternak seperti sapi, kerbau, unta, gajah dan sebagainya yang memiliki berat badan jauh lebih berat. Karenanya bila manusia hanya mengandalkan kehebatan dan keagungan dirinya pada berat badan, maka dia bisa lebih rendah kedudukannya daripada binatang ternak yang kemuliaannya terletak pada berat badannya. Allah SWT berfirman:

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS 7: 179).

Oleh karena itu, kemuliaan manusia bisa kita pahami dari iman dan amal shaleh atau kebaikannya dalam bersikap dan bertingkah laku, di manapun dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Itu sebabnya, semakin banyak perbuatan baik yang dilakukannya, maka akan semakin mulia harkat dan martabatnya di hadapan Allah SWT. Di sinilah letak pentingnya bagi kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana firman Allah:

"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS 2: 148).

Jalan Menuju Amal Baik

Meskipun kebaikan kita sadari sebagai sesuatu yang harus kita laksanakan, ternyata hanya sedikit orang yang antusias untuk melakukan kebaikan itu. Karena itu, ada beberapa hal yang bisa dijadikan resep bagi seseorang agar bersemangat melakukan kebaikan.

Niat Yang Ikhlas

Niat yang ikhlas merupakan faktor penting dalam setiap amal. Karena di dalam Islam, niat yang ikhlas merupakan rukun amal yang pertama dan terpenting. Niat yang ikhlas karena Allah dalam melakukan kebaikan akan membuat seseorang memiliki perasaan yang ringan dalam mengerjakan amal-amal yang berat sekalipun, apalagi bila amal kebaikan itu tergolong amal yang ringan. Sedangkan tanpa keikhlasan, jangankan amal yang berat, amal yang ringan pun akan terasa berat. Di samping itu, keikhlasan akan membuat seseorang berkesinambungan (istimrar) dalam melakukan amal kebaikan. Orang yang ikhlas tidak akan bertambah semangat hanya karena dipuji dan tidak akan melemah karena dicela. Adanya pujian atau celaan tidak akan mempengaruhi semangatnya dalam melakukan kebaikan.

Cinta Kebaikan Dan Orang Baik.

Seseorang akan antusias melaksanakan kebaikan manakala pada dirinya terdapat rasa cinta pada kebaikan. Karena mana mungkin seseorang melakukan suatu kebaikan apabila dia sendiri tidak suka pada kebaikan itu. Oleh karena itu, rasa cinta pada kebaikan harus kita tanamkan ke dalam jiwa kita masing-masing sehingga kita menjadikan setiap bentuk kebaikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Sehingga kebaikan akan selalu menyertai kehidupan ini.

Di samping cinta kepada kebaikan, agar kita suka melakukan kebaikan, harus tertanam juga di dalam jiwa kita rasa cinta kepada siapa saja yang berbuat baik. Hal ini akan membuat kita ingin selalu meneladani dan mengikuti segala bentuk kebaikan, siapa pun yang melakukannya. Allah SWT telah menyebutkan kecintaan-Nya kepada siapa saja yang berbuat baik, karenanya kita pun harus mencintai mereka yang berbuat baik, Allah berfirman:

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS 2: 195).

Merasa Beruntung Bila Melakukan

Berbuat baik merupakan sesuatu yang sangat mulia dan seseorang akan bersemangat melakukan kebaikan apabila dengan kebaikan itu dia merasa yakin memperoleh keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh manusia bila ia berbuat baik.

Pertama, selalu disertai oleh Allah SWT, lihat QS 16: 128.
Kedua, menambah kenikmatan untuknya, lihat QS 2: 58, 7: 161, 33: 29.
Ketiga, dicintai Allah, lihat QS 7: 161, 5: 13, 2: 236, 3: 134, 3: 148, 5: 96.
Keempat, memperoleh rahmat Allah, lihat QS 7: 56.
Kelima, memperoleh pahala yang tidak disia-siakan Allah SWT, lihat QS 9: 120, 11: 115, 12: 56.
Keenam, dimasukkan ke dalam surga, lihat QS 5: 85, 39: 34, 6: 84, 12: 22, 28: 14, 37: 80.
Merasa Rugi Bila Meninggalkan

Apabila seseorang merasa beruntung dengan kebaikan yang dilakukannya karena sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an, maka bila seseorang tidak berbuat baik dia akan merasa sangat rugi, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Bagi seorang mukmin, bagaimana mungkin dia tidak merasa rugi bila tidak melakukan kebaikan, karena kehidupan ini memang harus dijalani untuk mengabdi kepada Allah SWT yang merupakan puncak dari segala bentuk kebaikan yang harus dijalani.

Manakala di dunia ini seseorang sudah merasa rugi, maka di akhirat pun dia akan merasa rugi, karena apa yang dilakukan seseorang dalam kehidupannya di dunia akan sangat berpengaruh pada kehidupannya di akhirat, karena kehidupan akhirat pada hakikatnya adalah hasil dari kehidupan di dunia. Bila seseorang berlaku baik di dunia, dia akan memperoleh keberuntungan di akhirat di samping keberuntungan di dunia, sedangkan bila seseorang tidak melakukan kebaikan di dunia, maka dia akan memperoleh kerugian di dunia dan penyesalan yang sangat dalam di akhirat kelak sebagai akibat dari pengabaian nilai-nilai Islam, Allah SWT berfirman yang artinya, "Barang siapa mencari selain Islam sebagai agamanya, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi."

Meneladani Generasi Yang Baik

Perbuatan baik dan yang lebih baik lagi akan dilakukan oleh seorang muslim apabila dia mau meneladani orang yang berbuat baik. Hal ini menjadi penting karena dengan demikian dia menyadari bahwa meskipun ia merasa sudah banyak perbuatan baik yang dilakukannya, tetap saja dia merasa masih sedikit dibanding orang lain yang jauh lebih baik dari dirinya. Sehingga akan memicu semangatnya untuk berbuat baik yang lebih banyak lagi. Karena itu, idealnya seorang mukmin bisa menjadi seperti cermin bagi mukmin lainnya sehingga manakala seseorang mengenal dan memperhatikan dirinya secara seksama akan terasa begitu banyak kekurangan, termasuk dalam hal berbuat baik.

Memahami Ilmu Kebaikan

Bagi seorang muslim, setiap amal yang dilakukannya tentu harus didasari pada ilmu, semakin banyak ilmu yang dimiliki, dipahami dan dikuasai, maka insya Allah akan makin banyak amal yang bisa dilakukannya. Sedangkan semakin sedikit pemahaman atau ilmu seseorang, akan semakin sedikit juga amal yang bisa dilakukannya. Apalagi orang yang mempunyai ilmu belum tentu secara otomatis bisa mengamalkannya. Ini berarti, seseorang akan semakin terangsang untuk melakukan kebaikan manakala dia memahami ilmu tentang kebaikan itu.

Kebaikan Yang Diterima

Setiap kebaikan yang dilakukan seseorang tentu harus menghasilkan penilaian yang positif dari Allah SWT. Paling tidak, ada dua kriteria tentang kebaikan yang diterima oleh Allah SWT.

Pertama, ikhlas dalam beramal, yakni melakukan suatu amal dengan niat semata-mata karena Allah SWT, atau tidak riya dalam arti mengharap pujian dari selain Allah SWT. Karena itu, dalam hadits yang terkenal, Rasulullah Saw bersabda yang artinya, "Sesungguhnya amal itu sangat tergantung pada niatnya."

Kedua, melakukan kebaikan itu secara benar, karena meskipun niat seseorang sudah baik, bila ia melakukan amal dengan cara yang tidak benar, maka hal itu tetap tidak bisa diterima oleh Allah SWT. Sebab hal itu termasuk bagian dari mencari selain Islam sebagai agama, yang jelas-jelas akan ditolak Allah SWT sebagaimana yang sudah disebutkan pada QS 3: 85 di atas.

Akhirnya, menjadi jelas bagi kita bahwa hidup ini harus kita jalani semata-mata untuk mengabdi kepada Allah SWT (QS 51: 56) yang salah satunya terwujud dalam bentuk melakukan kebaikan. Dan masing-masing orang harus berusaha melakukan kebaikan sebanyak mungkin sebagai perwujudan kehidupan yang baik di dunia dan ini pula yang akan menjadi bekal bagi manusia dalam menjalani kehidupannya di akhirat kelak. Wallahu a’lam

Sumber: Ruang Rindu

Sebuah Senyum :)

Diposting oleh Unknown di 17.33 0 komentar
Tidak semua orang suka kepada kita, dan tidak semua orang kita sukai. Tapi jangan pernah kau tunjukan ketidak sukaan itu.Siapa orangnya yang tidak ingin disukai sikap dan sifatnya oleh orang lain? Siapa orangnya yang mau memiliki musuh? Menjadi sosok yang disukai oleh semua orang (disukai dalam arti teman)siapa yang tidak ingin? Mencoba tersenyum kesetiap orang yang dikenal mau pun tidak dikenal, tidak gampang.Sesekali menemukan orang yang tidak menanggapi senyum kita, malah jadi rasa malu dan sakit.Mungkin kalau orang yang tidak dikenal masih mewajarkan,tapi kalau orang yang dikenal malah muka tanpa ekspresi dan buang muka,menganggap tidak melihat yang jelas* dia melihat.Berasa kita punya salah kepadanya. Yang hanya dibenak pikiran cuma,mungkin dia sedang sibuk sampai-sampai tidak menanggapi senyuman kita.Dan mulai berfikir apa mungkin kita tanpa sadar pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain.Kalau memang iya takan ulangi lagi.Jangan pernah acuh kan teman kita bila ingin disayang teman-teman kita. Sapa dia,setiap kali bertemu,karna dengan itu teman kita merasa dihargai,merasa dia dianggap ada oleh kita.Berlomba-lomba lah dalam mencari teman bukan lah musuh.
Senyum itu ibadah.. :)
Dan bagaimana menanggapi teman yang menunjukan ketidak sukaan nya pada kita??Aku tersentak kaget ketika seseorang menunjukan ketidak sukaannya pada ku, meskipun tidak blak-nlakan dia mengatakannya,tapi setiap orang yang mendengar perkataan nya akan berfikiran sama.Aku anggap itu hanya sebuah lelucon yang aku tanggapi dengan lelucon.Dan dia hanya terdiam.Dan mulai aku berfikir apa yang membuat dia membenciku.Mungkin karna itu.Aku sering melamun memikirkan hal itu,memang tidak nyaman rasanya ketika tahu orang lain tidak menyukai kita.Tapi Alhamdulillah dia tidak menampakkan lagi ketidak sukaan nya padaku.Tetap seperti biasa.Dia orang yaang pintar menyembunyikan suasana hatinya.Dan seperti biasa kita tetap asik,walaupun ada yang mengganjal. Awalnya aku berfikir untuk menghindari masalah yang membuat dia mengatakan hal itu.Tapi bukan aku yang mendekati masalah itu,tapi masalah itu yang mendekati.Dan ternyata orang lain pun menyadarinya.Muangkin dengan aku menjaga jarak dengan masalah saat dengannya lebih baik, tapi aku takut akan menimbulkan masalah baru dengan orang lain.Aku memutuskan untuk bersikap biasa seperti biasanya.Keinginanku hanya disayangi setiap teman-teman ku walaupun itu mustahil.Karena di diriku masih ada sifat buruk ku,lain dengan Rasulullah yang sudah diambil sifat keburukannya.Dan aku akan berusaha yang terbaik,dan berusaha bersikap yang baik terhadap semuanya.Semoga dengan itu,orang-orang yang menyayangiku bisa menjadi penolong ku di akhirat kelak.Amin..amin Ya Robbalalamin..

Selasa, 26 Juni 2012

Menanti Sebuah Keajaiban Cinta

Diposting oleh Unknown di 18.42 0 komentar
Dari anas bin malik radliyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiw a sallam bersabda: “Ada tiga hal yang barangsiapa memilikinya niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman: (1). Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lebih ia cintai daripada yang lainnya, (2). Mencintainya seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah ta’ala, (3). Benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah ta’ala menyelamatkan darinya sebagaimana ia benci dirinya dimasukkan ke dalam api”[1] cinta. 5 huruf yang sulit untuk dimengrti. satu kata yang tidak bisa ku pahami. mengapa aku harus mengenal cinta jika cinta memang tak pernah mengenalku. aku sering tersakiti oleh cinta namun kenapa aku selalu mendekatinya. aku mengenal cinta seperti racun dalam madu. kita hanya melihat keindahannya tapi tak peduli akan mudorotnya. aku mengenal cinta seperti awan dilangit yang biru. mengambang tak jelas dan tak tau arah. namun, dibalik itu semua, akupun mengenal cinta seperti batu karang dalam lautan. meski beribu ombak datang menerjang tapi karang tetap kuat. hal itu lah yang aku rasakan sekarang. dibalik setiap masalah yang aku hadapi karena cinta. namun, aku mendapatkan berjuta hikmah yang ada didalamnya. sekarang aku menyadari, allah menguji ku dengan cinta agar aku menjadi hamba yang selalu tawakkal dan tawadu kepada-Nya. satu hal yang aku harapkan dari sebuah kata "cinta" yaitu keajaiban. keajaiban yang akan mendekatkan aku pada allah, tuhan yang maha pengasih dan penyayang. dengan cinta itu, jiwa yang gelisah jadi tenang. dengan cinta itu, segala khilaf akan sirna. segala kebencian akan hilang, dan segala perbedaan akan menyatu jiwa yang hilang. semoga allah memberikan ku cinta yang terbaik. wallahu a'lam bisawab. Sumber http://www.facebook.com/muhammad.hasbiollah.5

Senin, 14 Mei 2012

Rusunawah

Diposting oleh Unknown di 18.00 0 komentar
Subhanallah rusunawah sesuatu banget..hahahah sangat terlihat perbandingan antara dunia dan akhirat.Di satu sisi kita harus mengejar ilmu dunia, dan di sisi lain kita juga harus memanfaatkan ilmu yang ada di dunia.Semuanya sangat penting.Pada hari pertama rusunawah,aku dapet kamar no 314A di lantai 3 pojok sendiri, belum ada siapa-siapa dan terus dateng cewe namanya ovi dari industri.Niatnya waktu itu kita mau tukeran kamar ama temen-temen yang satu jurusan.Terus dateng PJ(Puan Jati), aku tanya sama PJ.
PJ kamu tidur sini apa sama temen-temen arsitek.(dia jurusan arsitek)
aku sih kayanya di sini aja deh,kan biar banyak temen
Kata-katanya nusuk banget,kaya ibarat nyindir aku yang pengen pindah.Tapi itu justru sebuah gertakan buawat aku,klo kita harus punya banyak temen dirusunawah ini.Dan aku ga jadi pindah tetep di kamar 314A.Ada lagi temen sekamarku namanya puput,tapi puput sama ovi dia tidur di kamar temennya.tapi kita tetep akrab ko.. :).Sebenernya pengen cerita lagi.tapi ngantuk ini lanjut nannti malem yaaa..

Minggu, 29 April 2012

Siram dengan Pasir

Diposting oleh Unknown di 19.54 0 komentar
Dicintai oleh banyak orang siapa yang tidak mau?? Dicintai bukan berarti cinta seorang kekasih,dengan banyak kekasih.Melainkan dicintai oleh sahabat-sahabat,teman-teman dan semuanya.
Kenapa Allah memberi kita hanya satu hati??karena dengan satu hati kita dapat mencintai banyak hati dan dicitai banyak hati
#bu edny :) Subhanallah menjadi sosok yang dicintai banyak orang.Sulit memang,Rasulullah pun ada yang membencinya.Tapi dengan kebaikannya, beliau tidak pernah membalas kebencian,melainkan membalasnya dengan kebaikan.Dan orang yang membencinya akan luluh hatinya,Memang benar itu Rasulullah bukan kita. Tapi setidakanya kita mengurangi orang-orang yang membenci kita, dengan tidak membalas kebencian dengan kebencian, tidak ada kepuasan bila kita berhasil membalas kebencian, karena pada akhirnya kebencian itu tidak akan berakhir.Balas semua dengan kebaikan, membuat kita puas, puas hatinya.. :) Seseorang yang dicintai tidak akan dijadikan bahan gunjingan yang buruk,melainkan yang baik.Dari situ kita dapat mengurangi dosa orang lain saat menggunjing kita.Tapi jangan pernah menyebutkan kebaikan seseorang didepannya,karena sama saja kita merusak amal baiknya.Kita telah membuat dia menjadi tidak ikhlas dalam melakukan semuanya,karena pujian kita.
Saya pernah mendengarkan.
Bila ada teman mu yang memuji di depanmu,siram mukanya dengan pasir
Tapi sekarang telah terbalik, yang seharusnya orang yang sudah meninggal di puji-puji malah di umbar-umbar keburukannya.Seseorang yang masih hidup harusnya di tegur keburukannya,agar dia menjadi lebih baik lagi. Bismilahirohman nirohim.. :) Semoga aku menjadi orang tersebut yang membalas kebencian,dengan kebaikan.Amin.. :)
 

Fabiayyi 'ala irobbikuma tukadziban Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea